Hobi & Lifestyle
Foto Karya Melanie Mendobrak Tabu Ibu Remaja
Dengan perut besar dan menggendong bayi di tangan. Beberapa berpose telanjang dengan ayah dari anak-anak. Semuanyan masih remaja. Berbagai foto dari puluhan ibu muda, baik berkulit putih maupun hitam, bisa disaksikan bulan ini dalam pameran di gedung The Milkyway di Amsterdam. Dengan foto-fotonya itu, fotografer Melanie Rijkers
ingin mendobrak tabu sekitar remaja yang telah menjadi ibu. 'Apabila anda memilih untuk mempunyai anak di usia muda maka anda akan dihakimi'.Melanie Rijkers (nama profesional: MeRy) menerima banyak permintaan terutama dari perempuan hamil yang 'lebih tua' yang ingin ikut serta dalam pameran. 'Mereka adalah perempuan yang berhasil hamil sesudah sepuluh kali mencoba melalui bayi tabung atau perempuan yang baru memulai rumah tangga kedua'. Rijkers bertanya-tanya, di mana para ibu remaja itu. Pda akhirnya, ia berhasil memotret sebanyak 75 ibu muda keturunan Belanda, Suriname, dan Antilia yang berusia antara 16 dan 23 tahun. Ia mengabadikannya dalam buku dan pameran.
Terkejut
Sebagian besar ibu muda itu berpose tanpa ayah bayi bersangkutan. Menurut Rijkers, itu bukanlah pilihan sadar. 'Seringkali pacar angkat kaki karena terkejut dan belum mau memiliki anak. Sebagian mau mengakui kehadiran anak tapi tidak mau difoto. Kekecualian bisa ditemukan pada Alide dan Cliff. Alide, keturunan Suriname dan Cliff, keturunan Antilia. Cliff merupakan satu dari sedikit ayah yang bersedia difoto: 'Untuk menghindari salah sangka: saya tidak bugil seluruhnya tapi hanya telanjang dada saja. Saya keberatan, tapi pacar saya tenang-tenang saja'. Ayah muda ini tidak pernah menyangka proyek Melanie Rijkers ini akan menjadi begitu besar. Pekan lalu, ia ditilpon oleh teman-temannya. 'Hey, kamu masuk di koran Het Parool'.
Kecelakaan
Alide, yang berusia 23 tahun, resminya sudah bukan ibu remaja lagi ketika ia mencari fotograf untuk membuat foto-foto pribadi. Saat itu ia membaca tentang proyek MeRy itu. 'Gratis dan dibukukan lagi- benar-benar asyik kan'. Sekarang Alide harus terus menerus menjawab pertanyan para wartawan apakah kemahilannya itu 'kecelakaan'. 'Anak kami sudah direncanakan dan diinginkan. Kami memang ingin memulai rumah tangga semasa masih muda'.
Dihakimi
Fotograf Melanie menghendaki perubahan mentalitas. Bukan maksudnya mempromosikan kehamilan remaja melalui pameran fotonya itu. 'Mengapa orang dengan cepat menghakimi ibu muda? semuanya boleh dan bisa: seks, narkoba, rock'n'roll -tapi apabila anda hamil pada usia muda karena pilihan sendiri, maka anda akan dihakimi'. Rijkers memperkirakan sepuluh dari 75 ibu muda dalam fotonya memang merencanakan kehamilan itu. 'Bagi yang lainnya mungkin tidak direncanakan tapi diinginkan. Mereka dengan sadar memilih untuk mempertahankan anak itu'.
Bangga
jallinka.jpgDengan bangga dan percaya diri, para ibu muda itu berpose dalam foto. 'Ibu remaja seringkali direndahkan. MeRy justru ingin menunjukkan bahwa ibu muda adalah perempuan yang kuat', kata Jallinka, 22 tahun, yang bersama dengan putranya yang berusia 2 tahun turut berpose dalam foto-foro Rijkers.
Keluarga Jallinka yang campuran Suriname-Jawa, kaget menanggapi tapi untungnya tidak banyak yang benar-benar bisa dilihat pada foto-foto itu. 'Foto yang sangat rapi. Saya belum mendapatkan reaksi aneh. Tapi ayah saya melihat sepintas dengan sebelah mata terututup. Anak perempuannya, telanjang....'
Suriname
Seorang pengunjung yang antusias meminta sang fotograf untuk menggelar pameran di Suriname dan Antilia. 'Senang sekali! Kehamilan remaja belum sepenuhnya bisa diterima di Suriname walaupun kita di Belanda seringkali berpikir sebaliknya. Jadi ada banyak tugas bagi saya dan foto-foto saya di sana'.

