Senin Feb 06

Muda Mudi

Umat Hindu Padati Pura Besakih

BesakihPuluhan ribu umat Hindu yang datang dari berbagai daerah Nusantara dan bahkan mancanegara, tampak memadati kawasan Pura Besakih di bagian lereng selatan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin. Kehadiran umat Hindu untuk melakukan persembahyangan di pura terbesar di Pulau Dewata itu, terkait dengan penyelenggaraan Karya Agung Panca Bali Krama (PBK) yang dirangkaikan dengan "Betara Turun Kabeh". 

Sehubungan dengan cukup membludaknya kehadiran umat, telah membuat mereka harus antre untuk mendapat giliran memasuki bagian dalam areal pura guna melakukan sembah bhakti kepada Yang Maha Kuasa.  

Kehadiran umat yang umumnya menyertakan sejasen "bebantenan" yang antara lain terdiri atas rangkaian buah-buahan, kue, janur dan aneka bunga, telah membuat suasana menjadi begitu marak, sakral dan khidmat.  

Nuansa menjadi bertambah sakral dengan menebarnya aroma aneka bunga dan nyala dupa yang disulut setiap peserta ritual yang bersangsung setiap sepuluh tahun sekali itu.  

Dalam melaksanakan rangkaian peribadatan, umat yang datang dari berbagai daerah dan sejumlah negara lain di dunia, tampak dilayani puluhan "pemangku", yakni pemimpin spriritual umat Hindu. 

Ketua Panitia Karya Agung PBK Wayan Gunarta menyebutkan bahwa puluhan ribu umat setiap harinya hadir untuk melakukan persembahyangan pada karya agung yang digelar selama sebulan lebih itu.  

"Meski pelaksanaannya tergolong cukup panjang, namun sehari-harinya teyap saja dipadati umat dalam jumlah yang begitu melimpah ruah," katanya.  

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya selaku panitia karya agung tidak pernah merasa kewalahan dalam melayani kehjadiran umat yang nyaris berlangsung selama 24 jam setiap harinya.  

"Anda boleh lihat sendiri, siang maupun malam Pura Besakih tidak pernah sepi selama karya berlangsung," katanya.  

Umat yang hadir tidak hanya dari berbagai daerah di Nusantara, tetapi juga negeri lain seperti Belanda, Belgia, Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan India.  

Rangkaian upacara lebih dari sebulan itu, diawali ritual "Melasti" yakni menyucikan benda-benda sakrat dari Pura Besakih dengan berjalan kaki selama tiga hari ke Pantai Kelotok, Kabupaten Klungkung.  

Usai Melasti, dilanjutnya dengan penyembilihan aneka hewan kurban di bagian bencingah Pura Besakih, selanjutnya dilakukan ritual "Betara Turun Kabeh" yang akan berlangsung hingga 24 April mendatang.