Senin Feb 06

Muda Mudi

Video Leak Bali Vs Dukun Jawa, Benarkah?

Video Leak BaliVideo "Leak" Bali yang beredar luas di situs youtube.com memuat tentang pertarungan antara Leak Bali dan Dukun asal Jawa . Banyak gosip menyebutkan video itu untuk memperebutkan hadiah sebesar Rp 100.000.000,-  weleh ..weleh...

Perhatikan suara anjing dan jangkrik yang diulang-ulang. Bahasa yang digunakan mereka sepertinya Bahasa Jawa.

Satu hal lagi, video masih tetap jalan, bahkan masih melakukan zoom terhadap beberapa adegan, bahkan ketika salah seorang dari mereka sekarat. Yang membuat sangsi, mungkinkan kalau teman sudah sekarat masih bisa merekamnya?

Harusnya yang pegang kamera panik dan memberi pertolongan…
CMIIW.

Meski di jaman internet dan teknologi saat ini, hal-hal yang berbau klenik tampaknya masih tetap menjadi bahan berita yang cukup menyita perhatian. Teknologi yang memungkinkan penyebaran arus informasi makin cepat membuat peredaran video ini makin cepat pula ke tangan masyarakat. Meski belum bisa dipastikan kebenarannya, kadang informasi semacam ini bisa menimbulkan efek luas di masyarakat.

Pertarungan ini akhirnya dimenangkan oleh leak bali dimana kelima dukun ini tersungkur (dikatakan dalam koran bahwa dukun yang berasal dari jawa ini meninggal dunia) karena di cekik oleh leak bali ini.

 

Seorang pakar internet asal Bali dalam tulisannya menyebutkan bahwa ;

Pada dasarnya ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut dengan leak, yang ada adalah ” LIYA, AK yang berarti lina aksara ( memasukkan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu). Kekuatan aksara ini disebut panca gni aksara, siapapun manusia yang mempelajari kerohanian merk apapun apabila mencapai puncaknya dia pasti akan mengeluarkan cahaya ( aura). Cahaya ini bisa keluar melalui lima pintu indra tubuh , telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan. Pada umumya cahaya itu keluar lewat mata dan mulut, sehingga apabila kita melihat orang ngelekas di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar rambut orang tersebut.

Pada prinsipnya ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti seseorang, yang di pelajari adalah bagaimana dia mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut. Ketika sensasi itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo, kata ngelekas artinya kontraksi batin agar badan astral kita bisa keluar, ini pula alasannya orang ngeleak apabila sedang mempersiapkan puja batinnya di sebut “angeregep pengelekasan”. Sampai di sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum di sebut “ndihan” bola cahaya melesat dengan cepat. Ndihan ini adalah bagian dari badan astral manusia, badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dan di sini pelaku bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain.

Jangan salah… dalam dunia pengeleakan ada kode etiknya, sebab tidak semua orang bisa melihat ndihan, juga tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak. Peraturan yanglain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat dengan orang mati, oang ngeleak hanya shopingnya di kuburan ( pemuhunan) apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik sesuai karmanya, begini bunyi doanya leak memberikan berkat, “ong, gni brahma anglebur panca maha butha, anglukat sarining merta, mulihankene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahutama, ong rang sah, prete namah..” sambil membawa kelapa gading untuk dipercikkan sebagai tirta. Nah..di sinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam dikatakan leak ke kuburan memakan mayat, atau meningkatkan ilmu.

 

Ada komentar-komentar yang bilang bahwa kejadian ini tidak terjadi di Bali namun di Jawa namun

Semoga saja video ini hanya sebuah video iseng. Dan berharap masyarakat tidak menafsirkan macam-macam terhadap isi video ini…