Senin Feb 06

Pendidikan

Menjadi Generasi Muda Profesional

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Prof Dr Mohammad Nuh DEA meresmikan teleconference pendidikan di Jawa Timur. Teleconference pendidikan ini digelar bersamaan peresmian SMK Plus Khoiriyah Hasyimdi Seblak Jombang, Minggu (29/3). Menkominfo menyatakan apresiasi luar biasa atas inisiatif Yayasan Khoiriyah Hasyim dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab perkembangan dan tantangan jaman melalui penguasaan teknologi informasi (TI).

Karena dengan begitu, generasi muda di masa mendatang akan mampu mengisi pembangunan dengan pola pikir yang profesional dan positif.

Pemerintah, katanya, memberikan apresiasi positif pondok pesantren yang turut serta membantu membangun bangsa, membentengi masyarakat dari semua pengaruh yang tidak benar.

Menurutnya, untuk membentuk generasi muda yang profesional dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan, dibutuhkan tiga syarat, yakni generasi muda harus memiliki rasa kebangsaan yang tinggi baik sebagai santri maupun sebagai masyarakat dan bangsa. Dengan selalu bersyukur dan terus belajar dengan memperdalam berbagai sumber ilmu dan terus meningkatkan keilmuan dalam penguasaan teknologi. "Maka generasi muda mendatang akan mampu menjadi yang terdepan dan mampu menjadikan pondoknya untuk lebih maju dan profesional," ujarnya.

Syarat kedua, lanjutnya, generasi muda harus mampu membangun pola pikir maju yang mampu untuk mendapatkan faedah dan manfaat atas segala persoalan yang dihadapi. Semua itu, menurut Nuh, bisa digapai jika generasi muda mengambil ilmu dengan latar belakang beragam keilmuan baik ilmu keagamaan maupun ilmu umum dan teknologi.

Syarat ketiga, generasi muda harus mampu menunjukkan kreatifitasnya yang baik. Kreatifitas yang baik mengandung arti bahwa pola pikir itu harus baru, unik, dan ada manfaatnya di masyarakat. Semua itu berjalan dengan baik jika ditambah dengan memiliki etika dan norma generasi muda yang baik pula.

“IT itu mudah dipahami, syaratnya mau belajar dan terus belajar. Pahami terus berbagai disiplin ilmu yang ada, niscaya santri-santri ini akan mampu menjadi yang terbaik, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk pondok,” ujarnya.

Dewan Pembina yayasan Khoiriyah Hasyim, KH Ir Sholahudin Wahid mengatakan, perkembangan teknologi informasi selama ini banyak membuat generasi muda bangsa berkembang dengan baik dan positif. Namun, di sisi lain perkembangan teknologi informasi ternyata juga menimbulkan efek negatif di kalangan generasi muda.

"Sudah menjadi tugas generasi muda di masa mendatang untuk mampu memilih dan memilah mana teknologi yang baik dan mana teknologi yang buruk. Semua itu bisa dicapai, jika generasi muda mau belajar dan terus belajar mengasah kemampuannya guna menggali dan mengisi masa mendatang dengan hal-hal yang positif dan profesional," kata Sholahudin Wahid.

Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim, Lukman Hakim mengatakan, Yayasan Khoiriyah Hasyim telah berdiri sejak 1921 oleh pendirinya KH Maksum Ali. Teleconference pendidikan dibentuk sebagai hasil inisiatif 1.000 guru warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri yang mempunyai tujuan utama percepatan dan penyetaraan dunia pendidikan di Indonesia.

“Kami bertekad, jauh dari keramaian tidak membuat kami gagap dengan teknologi. Karena itu, teleconference pendidikan ini kita bentuk karena kami ingin generasi muda pondok pesantren juga ingin mengisi pembangunan dengan lebih baik,” ujarnya.