Sosial Budaya
Upacara 'Rsi Bojana' Besakih Dihadiri 60 Sulinggih
EMPAT hari menjelang panyineban Ida Batara di Pura Besakih, Selasa (21/4) ini digelar upacara Rsi Bhojana sebagai ungkapan terima kasih kepada para sulinggih yang selama ini muput pelaksanaan Tawur Agung Panca Bali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh. Rsi Bhojana dirangkai penyerahan punia kepada sedikitnya 99 sulinggih.
Upacara Rsi Bojana, Selasa (21/4) kemarin dilangsungkan di Pura Besakih. Upacara itu dihadiri 60 sulinggih, termasuk ida pedanda tapini, dari 99 sulinggih yang terlibat muput selama Karya Panca Bali Krama dan Batara Turun Kabeh. Upcara ini juga dihadiri Wagub Bali Puspayoga.Sementara umat yang tangkil sembahyang, baik di Penataran Agung Besakih maupun di Padharman mencapai ribuan. Meski ada antrean di depan kori agung, namun tak sampai terjadi kemacetan lalu lintas seperti pada hari Minggu atau hari libur sebelumnya.
Mareresik
Ketua Panitia Karya I Wayan Gunatra usai Rsi Bojana mengatakan, panitia sangat mengharapkan kalau ada umat yang ngaturang bhakti ngayah mareresik. Sebab, saat ini tumpukan sampah terjadi di mana-mana.
Disebutkan, saat ini ada 55 tenaga kebersihan dari Pemkab Karangasem dan Provinsi Bali. Namun karena luasnya lokasi dan banyaknya sampah, sampai Selasa kemarin sampah masih menumpuk dan meluber di areal pura, bencingah dan hampir di seluruh areal parkir, sepanjang jalan dan got-got. (013)
Ketua Panitia Karya yang juga Bendesa Pakraman Besakih Wayan Gunatra, Senin (20/4) kemarin menyebutkan, upacara Rsi Bhojana akan dimulai pukul 10.00 wita dan di-puput dua sulinggih secara khusus di Bale Gajah. Dilanjutkan dengan pamuspaan yang berlangsung di Penataran Agung Pura Besakih. Upacara Rsi Bhojana sedikitnya diikuti 99 sulinggih (bukan 100 sulinggih). Termasuk juga di dalamnya ada tri manggalaning yadnya yakni manggalaning wiku, manggala tapini dan manggala yajamana. Persembahyangan bersama rangkaian Rsi Bhojana diikuti nayaka praja Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali.
Lancar
Berbeda dengan Sabtu (18/4) dan Minggu (19/4) lalu, Senin (20/4) kemarin umat yang tangkil ke Pura Besakih tidak padat. Meski demikian, tetap terjadi antrean pemedek ketika hendak memasuki areal pamuspaan. Baik di Padharman maupun di Penataran Agung. Sebab, saat bersamaan berlangsung upacara bhakti panganyar.
Meski kendaraan pemedek menuju Besakih masih ada yang berupa bus besar (40 seat), secara umum arus lalu lintas dari dan ke Besakih terbilang lancar. Saat-saat menjelang panyineban, kemungkinan pemedek akan kembali meningkat. Sebab, mereka yang balik haluan dan memilih tidak melanjutkan perjalanan menuju Besakih saat terjadi kemacetan Minggu (19/4) lalu, kemungkinan akan kembali tangkil ke Besakih sebelum Ida Batara masineb Jumat (24/4) mendatang. (bal)
(Bali Post)
