Jumat Sep 03

Sosial Budaya

Galungan dengan "Bhakti Yoga"

Galungan kuninganSetelah bergulir selama 210 hari, masyarakat Hindu kembali merayakan hari raya Galungan sebagai pertanda syukur akan segala Anugrah Sanghyang Widhi Wasa. Makna yang dapat di tarik dalam hal ini adalah Rasa Syukur kehadapan Tuhan  atas segala yang diciptakannya. Melalui jalan Bhakti kehadapan para "Leluhur" (orang Tua /dst..)

yang telah menciptakan kita secara nyata. In adalah salah satu jalan Utama yang telah turun menurun  dalam melaksanakan ajaran  "Bhakti Yoga". Bhakti yang saya maksud ini bukanlah sekedar bhakti mencakupkan ke-2 telapak tangan di usung di atas kepala, namun yang terpenting adalah Rasa, Pikiran yang Iklas dalam melakukan Yadnya alias  tanpa adanya unsur paksaan atau sekedar mengikuti dan menjalankan kewajiban. 

Hormat dan Bhakti pada Leluhur merupakan tangga menuju Tuhan. Untuk Para Remaja yang tidak mau keblinger akan kata-kata filsafat yang nyelimet, maka menjalankan apa yang telah di wariskan oleh Leluhur dan Pendahulu kita yang Jauh lebih memaknai dan paham dari jaman sekarang adalah suatu hal yang lebih mudah, untuk diikuti , daripada kita merombak jalan baru yang belum tentu berhasil dalam mencapai Tuhan.

Menyambut hari Galungan dan Kuningan kaula muda bali  dapat saling bertemu kangen sesama teman-teman di lingkungan Banjar.

Mereka saling mengikat rasa persaudaraan diantara para Kawula muda di lingkungan Banjar atau desa Pekraman. Wujud nyata dapat dilihat dengan semaraknya diadakan Bazzarr di tiap banjar.

Lebih lengkap silahkan baca :

Rayakan Hari Kemengan saat Galungan & Kuningan