Senin Feb 06
21.04.2009 19:14:13
Berkreatifitas Men-Desain Tempat Tidur !

Kamar ABGUsia remaja merupakan masa peralihan dengan pelbagai gejolak dan romansanya. Kamar biasanya menjadi ajang kreativitas mereka. Lantas, bagaimana mendesainnya?

Masa peralihan membuat remaja biasanya senang bereksplorasi dalam segala hal. Salah satunya tempat tidur mereka. Dalam proses renovasi atau membangun rumah baru, kerap orang tua bersikap egois."


Padahal, saat remaja, anak sedang mencari jati diri. Jika orang tua mau mendengar, kamar bisa menjadi tempat dia berekspresi dan betah di kamarnya.

Ada beberapa bentuk kamar anak sesuai dengan fungsinya. Sebuah kamar utuh ataukah bergabung dengan fungsi ruang lain seperti ruang belajar. Beberapa orang tua keukeuh untuk membedakan ruang kamar dengan belajar. Alasannya, atmosfer kamar tidak cocok untuk aktivitas belajar. "Kalau memang digabung, ada zona untuk istirahat, belajar, dan bermain.

Dalam satu area, diberi penanda khusus di mana remaja bisa belajar, istirahat atau bercengkerama bersama teman- temannya. Bisa dengan partisi, penggunaan karpet berbeda atau split level antararea. Area belajar pada kamar pun dibuat sesederhana mungkin. Jangan terlalu serius.

Ada kemungkinan remaja memilih belajar di luar kamar, seperti bergabung di ruang kerja bapaknya. Anak remaja sudah mulai menyadari adanya privasi. Meski mungkin kamar anak remaja berada di sebelah kamar orangtua, sebaiknya connecting door dihilangkan. Pintu kamar adalah area "keramat" bagi mereka. Jangan mencoba masuk jika belum mendapat izin si empunya kamar.

Biarkan anak memiliki privasinya dan ruang lebih untuk menikmati hidupnya. Soal posisi kamar juga perlu direncanakan. Selain di sisi kamar orang tua, banyak juga yang mengalokasikan area tingkat menjadi kamar anak-anak. Area tingkat pun menjadi otoritas mereka dalam menjamu teman yang datang. Untuk desain interior dan pemilihan furnitur, umumnya remaja menyukai kesederhanaan dan pernak-pernik cantik.

Warna tembok atau wallpaper bisa memilih warna natural, dengan pemilihan aksen pernak-pernik lebih berwarna. Seperti memilih lampu meja cantik berwarna ungu atau pink. Bantal-bantal lucu berbentuk hati atau karakter kartun favorit.

Seiring meningkatnya kebutuhan remaja, sebaiknya furnitur di kamar pun agak besar. Seperti lemari pakaian, lemari TV dan audiovisualnya, juga tempat tidur. Anak remaja boleh saja tidur sendiri, tapi teman-temannya, khususnya remaja putri, kerap berbincang di tempat tidur mereka. Namun, jika tidak memungkinkan, gunakan karpet agar mereka bisa bersantai di sana. Kamar yang nyaman dapat memengaruhi kreativitas anak remaja. Berikan ruang privasi untuk mengolah bakat dan pribadinya.

 


Kata Kunci: