Senin Feb 06

STT BALI Online

Saling Asah Saling Asih, Menyame Braya

"Menyame beraya apang saling asah, saling asih, saling asuh" Dengan setiap orang hendaknya kita saling mengingatkan, saling menyayangi, dan tolong-menolong. Lebih jauh bahwa ketiga istilah : asah, asih, asuh itu sebenarnya saling terkait dalam kerangka besar bhakti kepada Sanghyang Widhi. Jika kita berbhakti kepada-Nya harus pula melimpahkan kasih sayang yang tulus kepada semua mahluk ciptaan-Nya. Saling mengingatkan atau saling asah artinya jika teman kita kelihatan akan berbuat atau mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan dharma, jangan dibiarkan, tetapi segera diingatkan agar dia sadar.

Saling menyayangi juga dikembangkan tanpa membeda-bedakan orang. Dan tolong-menolong adalah kewajiban kita untuk memperhatikan dan membantu kerabat yang tertimpa kesusahan atau kemalangan. Jadi dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri. Dengan prinsip yang kuat seperti itulah kita melakoni hidup dengan tenang, damai, dan sejahtera.

Untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, dharma harus mampu mengendalikan artha dan kama , leluhur manusia Bali sejatinya sudah mewariskan banyak kearifan lokal yang bisa menuntun krama Bali untuk senantiasa mengembangkan sikap toleransi, tenggang rasa dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan semangat kekeluargaan.  

Para Teruna Teruni hendaknya jangan hanya berkutat pada segi ritual saja, sehingga "Susila" kurang diperhatikan. Tidak sedikit dari mereka merasa sudah melaksanakan ajaran agama, hanya dengan melaksanakan upacara panca yadnya saja tanpa adanya penyadaran Diri baik dengan Linkungan dan antar sesama.